
Makassar, April 2026 – Masalah sampah yang selama ini jadi “PR besar” kota kini mulai dijawab dengan cara yang lebih modern. Pemerintah Kota Makassar resmi menggandeng Kabupaten Gowa dan Maros untuk membangun proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).
Kerja sama ini bukan sekadar wacana—penandatanganannya bahkan disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, menandakan bahwa proyek ini masuk dalam agenda besar nasional berbasis waste to energy.
♻️ Dari Sampah Jadi Energi, Bukan Sekadar Buang
Selama ini, sampah identik dengan masalah. Tapi lewat PSEL, sampah justru akan jadi sumber energi baru.
Data menunjukkan:
- Makassar menghasilkan sekitar 800 ton sampah per hari
- Tambahan dari Gowa (±150 ton) dan Maros (±50 ton)
- Total potensi pengolahan mencapai ±1.000 ton per hari
Dari jumlah itu, proyek ini ditargetkan bisa menghasilkan listrik sekitar 20–25 megawatt—cukup untuk menyuplai kebutuhan energi dalam skala tertentu.
🌍 Kolaborasi 3 Daerah, Solusi Bukan Parsial
Yang bikin proyek ini beda:
👉 Tidak dikerjakan sendiri oleh Makassar
👉 Tapi kolaborasi regional (Mamminasata)
Pendekatan ini disebut sebagai sistem aglomerasi, di mana masalah sampah diselesaikan secara bersama, bukan terpisah-pisah.
Artinya, ini bukan cuma proyek kota—
tapi solusi untuk kawasan.
⚡ Investasi Besar, Dampak Jangka Panjang
Proyek ini diperkirakan memiliki nilai investasi hingga Rp3 triliun, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani krisis sampah.
Lokasinya direncanakan di kawasan TPA Tamangapa, yang nantinya akan diubah dari tempat penumpukan sampah menjadi fasilitas pengolahan modern.
🧠 Teknologi Modern, Bukan Sekadar “Bakar Sampah”
Banyak yang khawatir soal dampak lingkungan. Tapi pemerintah menegaskan:
✔️ Teknologi yang digunakan sudah teruji
✔️ Dirancang aman dan ramah lingkungan
✔️ Mengurangi sistem open dumping yang selama ini jadi masalah
Dengan kata lain, ini bukan sekadar “membuang sampah dengan cara baru”,
tapi benar-benar mengubah cara pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
🚀 Langkah Nyata Menuju Kota Berkelanjutan
Proyek PSEL ini jadi bagian penting dari transformasi Makassar menuju kota yang lebih modern dan berkelanjutan.
Bukan cuma bersih…
tapi juga produktif dari sampah.
📌 Kesimpulan
Makassar lagi masuk fase baru:
dari kota dengan masalah sampah → jadi kota yang bisa mengubah sampah jadi energi.
Dan kalau proyek ini berjalan maksimal, dampaknya bukan cuma ke lingkungan…
tapi juga ke masa depan energi dan kualitas hidup masyarakat.
💡 Singkatnya:
Sampah bukan lagi masalah.
Di Makassar, sampah mulai jadi peluang. ⚡♻️