
Latar Belakang Keluarga
Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, telah menorehkan perjalanan politik yang menarik di Kota Makassar. Lahir di Majene, Sulawesi Selatan, pada 20 September 1975, Appi menghabiskan masa kecil hingga dewasa di Makassar. Ia menamatkan pendidikan dasar hingga tinggi di kota ini dan meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Hasanuddin pada tahun 1999. Setelah menyelesaikan pendidikan, Appi memulai karier profesionalnya dengan bergabung dalam Perusahaan, Bosowa Group. Selain itu, Appi juga aktif dalam organisasi pengusaha, terpilih sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Sulawesi Selatan pada periode 2007–2010.
Appi pernah menjabat sebagai CEO PSM Makassar dari tahun 2016 hingga 2022, Di bawah kepemimpinannya, PSM Makassar mengalami kebangkitan, termasuk meraih gelar Piala Indonesia 2018/2019. Setelah masa jabatannya berakhir pada tahun 2022, Appi terpilih sebagai Direktur PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) menjabat sampai juni 2024. Appi juga merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar periode 2021-2026, Ia terpilih secara aklamasi pada Musda X DPD Partai Golkar Makassar.
Appi, bukanlah nama asing di Makassar. Selain dikenal sebagai tokoh bisnis dan mantan CEO PSM Makassar, kiprahnya dalam dunia politik kian menonjol sejak 2018. Namun, satu aspek yang tak dapat dipisahkan dari sosok ini adalah latar belakang keluarganya—Appi adalah menantu dari Aksa Mahmud, pendiri Bosowa Corporation, dan suami dari Melinda Aksa Mahmud.
Melinda Aksa Mahmud, istri Appi, adalah putri dari Aksa Mahmud, salah satu taipan besar di Indonesia yang memiliki pengaruh kuat, khususnya di Indonesia Timur. Aksa Mahmud sendiri adalah ipar dari Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI dua periode 2004-2009 dan 2014-2019. Dengan pernikahan ini, Appi secara langsung menjadi bagian dari salah satu dinasti bisnis dan politik paling berpengaruh di Sulawesi Selatan.
Kedekatannya dengan keluarga besar Bosowa memberi Appi posisi strategis—baik secara ekonomi maupun sosial-politik. Dalam struktur bisnis Bosowa, Appi dipercaya memimpin sejumlah anak Perusahaan sebagai CEO. Hal ini memberi pengalaman manajerial sekaligus memperluas jaringan yang kelak menopang langkahnya ke dunia politik.
Pilkada 2018 : Gagal Meskipun Calon Tunggal
Appi pertama kali maju dalam Pilkada Makassar 2018, sebagai calon tunggal setelah lawannya, petahana Danny Pomanto, didiskualifikasi. Dengan dukungan 10 partai politik dan restu keluarga besar Bosowa, ia diyakini akan menang mudah. Namun yang terjadi justru sebaliknya ia kalah oleh kotak kosong, mencatatkan sejarah sebagai pemilihan pertama di Indonesia yang dimenangkan oleh kotak kosong. Kekalahan itu menjadi tamparan keras, sekaligus menunjukkan bahwa pengaruh politik keluarga belum tentu linier dengan elektabilitas publik.
Pilkada 2020 : Upaya Kedua yang Kembali Gagal
Pada 2020, Appi kembali mencoba peruntungannya, kali ini berpasangan dengan Abdul Rahman Bando. Meski dukungan politik masih kuat, ia kembali dikalahkan oleh Danny Pomanto. Dua kali kekalahan ini menimbulkan berbagai spekulasi, termasuk bahwa masyarakat Makassar menolak dominasi oligarki politik berbasis dinasti dan bisnis. Meski begitu, dukungan dari keluarga tetap tak goyah. Istrinya, Melinda Aksa, yang dikenal aktif di berbagai kegiatan sosial dan pendidikan, tetap mendampingi dan mendorong langkah suaminya, memperkuat citra keluarga yang solid dan punya visi terhadap pembangunan Makassar.
2024 : Bangkit dan Menang
Tahun 2024 menjadi titik balik Appi. Ia maju bersama Aliyah Mustika Ilham, istri dari mantan Wali Kota Makassar dua periode, Ilham Arief Sirajuddin. Pasangan ini membawa tagline “ MULIA ” dan berhasil menyatukan kekuatan dua keluarga besar : Bosowa dan IAS. Kombinasi ini tidak hanya memberi efek politik yang kuat, tetapi juga menandai konsolidasi antara dua poros berpengaruh di Makassar. Didukung oleh partai-partai besar seperti Golkar, Demokrat, dan Perindo, pasangan ini akhirnya memenangkan Pilkada Makassar 2024. Kemenangan ini mengakhiri penantian panjang Appi selama tujuh tahun dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar di kota Makassar.
Peran Melinda Aksa : Di Balik Layar yang Berpengaruh
Meski tidak tampil mencolok di ruang publik, peran Melinda Aksa dalam membentuk dan menopang karier politik Appi sangat signifikan. Selain dikenal sebagai sosok religius dan pendidik, Melinda aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan pendidikan anak usia dini. Karismanya di kalangan perempuan dan komunitas sosial turut membentuk citra keluarga Appi sebagai pasangan yang religius, berpendidikan, dan pro-rakyat. Kehadiran Melinda dalam setiap momen penting kampanye hingga pasca-kemenangan memberikan kesan kuat bahwa kekompakan dan dukungan dari keluarga besar menjadi salah satu kunci sukses Appi dalam kontestasi politik yang keras.
Kesimpulan
Perjalanan Munafri Arifuddin dari dunia bisnis ke politik bukan sekadar tentang ambisi pribadi. Ia adalah representasi dari kekuatan jaringan, pengalaman, dan dukungan keluarga yang solid. Sebagai suami Melinda Aksa Mahmud dan menantu Aksa Mahmud, Appi membawa warisan nama besar sekaligus tantangan ekspektasi publik. Namun setelah dua kekalahan, ia menunjukkan ketekunan dan kesabaran politik, yang akhirnya berbuah kemenangan besar di Pilkada 2024. Kini, semua mata tertuju padanya—untuk membuktikan bahwa ia bukan hanya simbol dari kekuasaan keluarga, tetapi pemimpin yang mampu menjawab kebutuhan rakyat Makassar dan diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Kota Makassar ke depan.
Pada 20 Februari 2025, Munafri Arifuddin resmi dilantik sebagai Wali Kota Makassar periode 2025–2030. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya rekonsiliasi dan kolaborasi untuk membangun Makassar yang lebih baik. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, meninggalkan perbedaan politik, dan fokus pada kemajuan kota. Dengan dilantiknya Munafri sebagai Wali Kota Makassar otomatis akan menjadikan Melinda Aksa sebagai Ketua TP PKK Kota Makassar, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Makassar, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Bunda PAUD Kota Makassar, Bunda Literasi Kota Makasar, dan Bunda Forum Anak Kota Makassar, ia adalah sosok istri yang setia menemani dan mendukung perjuangan Appi selama ini.